create counter
Menu

Jadi Sarjana Teologi, Kerja Apa?

23 December 2012 Admin CR fresh graduated

Ilustrasi. (Foto: Heru H/Okezone)

Colleger Radio - Memiliki gelar akademik dalam bidang yang sangat spesifik bisa menjadi kekuatan tersendiri ketika melamar pekerjaan. Tetapi tidak jarang, kita justru kebingungan dengan gelar tersebut.

Salah satu gelar yang bisa membuat bingung adalah teologi. College Cures, Minggu (23/12/2012), melansir, teologi bukanlah semata-mata ilmu tentang Kristiani. Ia adalah ilmu yang mempelajari pemahaman tentang agama (religi) atau kepercayaan. Kedengarannya memang ruang lingkup karier di bidang ini sangat terbatas ya? 
Sebenarnya, enggak selalu seperti itu. Memiliki karier di bidang ini bisa menjadi pekerjaan yang sangat menarik. Dengan ilmu ini, kita bisa menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan teologis seperti, “Mengapa saya ada di dunia ini dan apa hubungan saya dengan alam semesta?”
Teologi sejatinya hampir mirip dengan filosofi. Kita menumbuhkan rasa menghargai pada dunia, dan kita bisa melihat suatu masalah atau situasi dengan cara pandang yang lebih baik dari kebanyakan orang. Teologi dan filosofi membuka kemungkinan kita untuk membuka mata, pikiran dan jiwa. 
Sebagai kajian ilmu, teologi dapat dipelajari dalam dua jalur. Pertama, jalur akademik. Jika mengambil jalur ini, berarti kita sudah merencanakan karier sebagai guru atau dosen pengajar teologi. Jalur kedua adalah parokial, yang berarti erat hubungannya dengan gereja. Karier yang berhubungan dengan gereja bisa kita rintis dengan memulai teologi melalui jalur parokial ini. 
Lantas, persyaratan apa saja yang harus kita miliki untuk meraih gelar sarjana teologi?  Tidak seperti kebanyakan jurusan, studi teologi di satu kampus berbeda dengan kampus lainnya. Ini juga tergantung dari spesifikasi teologi yang ingin kita dalami, seperti Islam atau Kristen. Karena itu, cari tahu dulu apa yang kita percayai dan apa yang tidak, apa yang ingin kita pelajari, dan apa rencana karier kita. 
Kesempatan karier para sarjana teologi bisa terbuka sebagai pekerja gereja, dosen, diaken di paroki atau lembaga keagamaan, editor di penerbitan religi, guru agama, staf di gereja atau agensi keagamaan, jurnalis teologi.
Satu hal yang perlu dipahami adalah, mendalami teologi berarti kita harus memiliki passion untuk mejalani hidup sebagai teologis. Kita pun memiliki kesempatan untuk memengaruhi banyak orang.

Artikel Terkait