create counter
Menu

Bahas Uang Kuliah Tunggal, UB Ajak Mahasiswa

11 May 2013 Admin CR dalam negeri
Foto : Diskusi UKT antara pihak rektorat dan mahasiswa UB/UBColleger Radio – Penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) akan mulai diberlakukan pada tahun akademik mendatang. Untuk itu, diperlukan sosialisasi secara terus-menerus mengenai seluk-beluk UKT di kalangan civitas academica demi meminimalisasi kebingungan atas sistem tersebut.

Demikian pula yang dilakukan Universitas Brawijaya (UB) Malang dengan mengadakan pertemuan untuk membahas UKT. Pihak rektorat, maupun tingkat fakultas, hingga mahasiswa pun hadir dalam acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UB H R B Ainurrasyid menyatakan, kegiatan ini sebagai ajang diskusi dengan mahasiswa mengenai cara penentuan besaran komponen UKT serta menjawab berbagai pertanyaan terkait penentuan pelaksanaan UKT di UB.

Dia berharap, pertemuan tersebut menjadi sarana untuk menyamakan persepsi segenap civitas academica UB mengenai pemberlakuan UKT. “Melalui pertemuan ini, diharapkan ada keadilan bagi mahasiswa dan universitas untuk mencari jalan tengah dari masalah ini,” kata Ainurrasyid, seperti disitat dari laman resmi UB, Prasetya Online, Jumat (10/5/2013).

Diskusi dibuka dengan pemaparan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UB, M Rizky Kurniawan mengenai gambaran rentang perbedaan nominal Sumbangan Pengembangan Pendidikan Proporsional pada 2012 dengan UKT pada tahun 2013 berdasarkan SK Rektor Nomor 078/SK/2013.

“Kami mengambil contoh, untuk Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) terdapat kenaikan sebesar 61 persen. Untuk itu, kami ingin mengetahui variabel apa saja yang termasuk dalam UKT”, papar Rizky.

Pembantu Dekan II Fakultas Teknik UB Pitoyo Tri Juwana menjelaskan, kebijakan UKT adalah peleburan semua komponen biaya mulai awal perkuliahan hingga wisuda dibagi rata dalam delapan semester. Namun, lanjutnya, setiap fakultas memiliki unit cost yang berbeda.

“Masing-masing fakultas memiliki perhitungan unit cost masing-masing. Tidak hanya itu, biaya yang harus dikeluarkan oleh fakultas juga terkait dengan rencana strategi serta target yang ingin dicapai, salah satunya adalah pengurusan bea akreditasi,” ujar Pitoyo yang merupakan Koordinator UKT UB itu.

Pembantu Dekan II FIA Zainul Arifin menambahkan, penentuan UKT sudah melalui penggagasan yang cukup panjang. Menurut Zainul, SPP Proporsional yang terdiri dari lima kategori juga turut membiayai mahasiswa yang masuk dalam kategori lima dengan nilainya nol.

“FIA juga masih membutuhkan sarana prasarana terkait operasional di masa yang akan datang, juga akreditasi yang biayanya tidak murah, dan masih banyak lagi kebutuhan yang harus diambil dari anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak,” kata Zainul.

Artikel Terkait